Hidup Yang Berat Ketika Kita Berusia 20
Tulisan ini,bukan hasil pemikiran sendiri sih………. Cuman nerjemahin dari yang diomongin oleh Rebecca Sandless di BBC Newa pada 8 Agustus 2002.Kalo banyak terjemahan yang salah,maaf ya………… bahasa inggrisku jelek
.Yang pengen baca sendiri artikelnya,bisa lewat sini.

Bagi orang di usia 20 tahun,hidup akan terasa penuh dengan keberuntungan yang menjanjikan hal-hal yang besar.Tapi bagi sebagian orang,hal itu tidaklah cukup.
Menonton TV,membaca majalah atau melihat orang berbicara di telepon di usianya yang ke 20.Dari luar,tampak seperti sebuah dunia yang penuh dengan keberuntungan - pencipta lapangan pekerjaan dan gaya hidup di sekeliling mereka.
Tapi para peneliti dan psikolog berkata bahwa ada tanda menigkatnya masa krisis di usia 20.Menigkatnya tingkat kematian akibat bunuh diri di usia muda membuktikan hal itu.
Di Amerika,hal ini disebut "krisis di seperempat hidup" - sebuah penlitian pada seratus pemuda berusia 20 menyatakan perasaan mereka yang putus asa.
Beragam pendapat oleh mereka,tapi kebanyakan mereka merasa hilang kendali dan tidak yakin pada apapun dalam kehidupan mereka.Tapi,apakah ini yang disebut krisis ?
Pada upacara wisuda di Universitas Sheffield,para mahasiswa tidak pernah berhutang sebanyak ini hanya untuk upacara wisuda.
Pana Tanden berusia 21,lulusan ilmu pengetahuan syaraf,dan dia merasa khawatir dengan kelulusannya,dia hanya akan mendapatkan pekerjaan dengan gaji yang sedikit."Masyarakat berpikir,seseorang akan hidup baik dengan sebuah gelar atau kelulusan,tapi itu tidaklah benar".
Dukungan
Richard Saxton,wakil pimpinan layanan konseling di perguruan tinggi.Dia yakin kalu gangguan kesehatan mental akan sering terjadi pada usia muda.
"Pengingkatan jumlah murid tidak sebanding dengan peningkatan layanan untuk pelajar."
"Pada waktu itu,dampak umumnya adalah pengasingan.Orang-orang merasa hilang arah,muncul pertanyaan mengapa mereka melakukan semua ini? Dan jika hal itu benar,apakah aku benar-benar menginginkannya?
Dalam setahun,terjadi pengkatan pelajar yang bunuh diri sebesar 400%,dan mengetahui apa yang kamu inginkan adalah bagian dari masalah ini.
Freda Wright,pembimbing kerja perguruan tinggi berkata : "Ada banyak berita tentang lowongan pekerjaan,jenis pekerjaan baru,lapangan pekerjaan baru telah terbuka.Ada deretan pilihan yang membingungkan."
"Dalam jangkauan panjang hal itu baik tapi kadang terlalu banyak pilihan dapat menyebabkan pikiran yang jenuh.Ini seperti pergi ke sebuah rekaman atau toko buku dan melihat terlalu banyak pilihan,dan kita akan berbalik dan kabur.Hal yang sama terjadi pada sebagian pelajar kita."
Bursa kerja
Suasana kebutuhan pekerja saat ini juga dapat menimbulkan perasaan yang tidak mengenakkan.Pastinya,masyarakat akan menemukan pekerjaan dengan kontrak kerja yang pendek.
Dr Janeth Smithson,dari Universitas Manchester Metropolitan,telah menyelesaikan penelitiannya tentang pemuda dan harapan mereka.
"Orang pada usia 25 tidak dapat membayangkan kapan mereka akan mempunyai seorang anak atau kapan mereka menikah,atau bahkan memikirkan kapan mereka dapat pindah dari rumah orang tua mereka.Mereka tidak dapat membayangkan hal ini tanpa pendapatan yang cukup;mereka tidak dapat melihat akhir dari hal ini."
Faktor lain penyebab stressnya para pemuda adalah meledaknya perkembangan teknologi.Karena hal ini tidak bisa diterima jika mereka ketinggalan jaman.
Dr Nick Baylis,psikolog di Universitas Cambridge,yakin bahwa ini saatnya menangani secara serius dampak perkembangan teknologi pada kesehatan mental.
"Tampaknya tidak ada pengecualian untuk tidak berbicara pada orang lain pada waktu yang sama,telepon genggam,e-mail,Wap.Dan hal itu membuat tekanan yang besar pada orang yang tidak mengikutinya."
"Aku berpikir sekarang saatnya untuk berhati-hati pada pendapat bahwa IT dan telepon genggam akan menggantikan sebuah perbuatan memberikan pelukan atau hanya memberikan sebuah senyuman pada seseorang."
Relaksasi
Salah satu cara melepaskan stress adalah kembali ke sekolah.Scholldisco.com-klub malam jaman dulu- adalah klub malam paling sukses di Inggris.Ratusan pemuda menari dengan menggunakan seragam : dasi,pendek untuk laki-laki dan rok pendek untuk para gadis.
Di sela-sela pesta,mereka mengucapkan segala keluhan dan tekanan.Mereka ingin membebaskan diri dari tekanan.Raphael Rocker adalah pekerja di kota berusia 24 tahun.Dia pergi keluar untuk melepaskan penderitaanya.
"Tahun terindah dalam hidupku adalah saat aku sekolah.Sekarang adalah mimpi buruk untuk datang ke sini minum-minum dan menarik para gadis.Tidak ada yang lebih di usia 20.Aku telah ditipu,ditipu oleh janji-janji yang besar."
Krisis,krisis apa ?
Beberapa pemuda berusia 20 melewatkan membicarakan sebuah krisis seakan-akan hal itu bukanlah hal baru dan berkata itu adalah bagian dari pertumbuhan.Sarah Carter berusia 24 tahun,seorang pelajar di Shefield.
"Kita semua akan mengalami krisis pertengahan hidup setelah krisis di usia 30 an,dan sekarang kita mendapatkan krisis di usia 20-an.
"Aku pikir ini terlalu memanjakan diri untuk menyebutnya krisis,saat mungkin hal itu berjalan sesuai apa yang kau inginkan.
"Tapi di dunia yang penuh dengan lingkaran pilihan - saat hanya memilih warna nada di mobilmu dapat menimbulkan banyak pilihan - bekerja sesuai dengan apa yang kau inginkan dalam skala yang lebih luas agar kau tampak tegar dan lebih tabah.
===========================================================
Bingung ya ?? Kalo bingung baca aja sendiri di sini.
